Rivana & Iqfa
Kamis, 07 Mei 2026
Kepada Yth.
Tamu Undangan
You are cordially invited to our wedding.
Di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah bahwa Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari (jenis) dirimu sendiri agar kamu merasa tenteram kepadanya. Dia menjadikan di antaramu rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.
Ar-Rum · Ayat 21
Once in awhile, right in the middle of an ordinary life, love gives us a fairy tale.
Live Streaming
Kami mengajak anda yang tidak hadir langsung untuk bergabung pada momen spesial kami melalui siaran langsung secara live virtual di platform berikut
The highest happiness on earth is the happiness of marriage.
Jl. Kutamaya No.25, Kotakulon, Kec. Sumedang Sel., Kabupaten Sumedang, Jawa Barat 45312
Jl. Kutamaya No.25, Kotakulon, Kec. Sumedang Sel., Kabupaten Sumedang, Jawa Barat 45312
Rivana & Iqfa
Our Moments
I would rather share one lifetime with you than face all the ages of this world alone.
Love Story
Tidak semua cinta dimulai dengan keberanian. Kadang, cinta justru dimulai dari diam… dari jauh… dan dari seseorang yang hanya bisa kita kagumi tanpa bisa kita miliki. Cerita kami dimulai saat masa SMP.
Di usia yang masih lugu, aku pertama kali melihatnyanya seorang adik kelas yang manis dan selalu berhasil menarik perhatianku. Ada sesuatu tentang dirinya yang membuatku ingin terus melihatnya, walau hanya dari kejauhan. Namun saat itu, keadaan tidak berpihak.
Dia sudah memiliki seseorang di sisinya. Dan aku pun sudah memiliki seseorang disisiku… sehingga pada saat itu aku hanya bisa menahan diri. Namun langkahku tidak benar benar berhenti disitu, ada sedikit langkah keberanian yang kuambil pada saat itu, walaupun sebenarnya itu salah, tapi hatiku tidak bisa berbohong kalau aku benar benar mengingikannya. Tapi langkahku gagal, takdir berkata lain, aku dengannya dipisahkan karena sesuatu dan lain hal yang benar-benar membuat langkahku terhenti. dengan hati yang berat, yang bisa kulakukan hanyalah diam, memperhatikan, dan menyimpan rasa itu tanpa melanjutnya lagi.
Meski begitu, rasa itu tidak pernah benar-benar pergi. Aku bahkan sering tanpa alasan yang jelas, bolak-balik melewati depan rumahnya, hanya untuk sekadar melihatnya—meskipun hanya sepintas, meskipun mungkin dia tidak pernah menyadarinya. Bagiku saat itu, melihatnya saja sudah cukup.
Waktu terus berjalan. Kami menjalani hidup masing-masing, sampai akhirnya masa sekolah itu pun berakhir. Aku pun mengira, mungkin cerita ini akan selesai begitu saja menjadi sekadar kenangan masa muda yang berakhir begitu saja.
Namun ternyata, takdir punya caranya sendiri. Suatu hari, tanpa sengaja aku melihat dirinya muncul di sebuah story WhatsApp milik temanku. Seakan menghidupkan kembali rasa yang dulu pernah ada, hatiku kembali terusik, Setelah sekian lama, aku memberanikan diri kembali… meski tidak sepenuhnya.
Aku mencoba menghubunginya lewat Instagram—bukan dengan diriku yang sebenarnya, melainkan dengan sebuah akun palsu. Bukan karena ingin berbohong, tapi karena aku belum cukup berani untuk benar-benar muncul sebagai diriku sendiri.
Dan di luar dugaan… dia merespon. Bahkan, dia dengan mudahnya memberikan nomor WhatsApp-nya. Saat itu juga, tanpa menunggu lama, aku langsung menghubunginya. Dan sejak pesan pertama itu terkirim, sesuatu yang dulu hanya bisa kupendam dalam diam… akhirnya mulai menemukan jalannya. Kami mulai berbicara.
Awalnya sederhana, ringan, tanpa beban. Namun entah bagaimana, semuanya terasa begitu mudah. Kami langsung akrab, seolah tidak pernah ada jarak waktu yang memisahkan. Hari berganti hari, bulan berganti bulan. Percakapan yang dulu hanya sekadar sapaan, perlahan berubah menjadi kebiasaan. Dari kebiasaan, tumbuh rasa. Dan dari rasa, lahirlah hubungan yang kami jaga bersama.
Perjalanan kami tidak selalu mulus. Ada perbedaan, ada ujian, ada masa di mana kami harus belajar untuk saling memahami dan menguatkan. Tapi justru di situlah kami belajar arti sebenarnya dari cinta bukan tentang siapa yang paling benar, tapi siapa yang mau bertahan.
Tahun demi tahun berlalu…
Tanpa terasa, lebih dari 7 tahun kami berjalan bersama. Waktu yang tidak singkat, yang telah membentuk kami menjadi dua pribadi yang lebih dewasa, lebih sabar, dan lebih siap untuk satu sama lain. Dan dari perjalanan panjang itu, kami sampai pada satu titik yang sama:
Keyakinan
Bahwa semua yang telah kami lalui bukanlah kebetulan. Bahwa semua penantian, semua rasa yang dulu hanya bisa kupendam diam-diam… pada akhirnya menemukan jawabannya.
Hari ini, kami tidak lagi berdiri sebagai dua orang yang saling memandang dari kejauhan. Kami berdiri berdampingan, memilih untuk melangkah bersama ke masa depan. Dari yang dulu hanya bisa melihatnya dari jauh… Kini aku bisa menggenggam tangannya. Dari yang dulu hanya sekadar harapan… Kini menjadi kenyataan.
Dan dari perjalanan panjang yang penuh cerita ini, kami memutuskan untuk mengikat janji suci—bukan hanya untuk hari ini, tapi untuk selamanya. Karena pada akhirnya, cinta yang baik bukanlah yang datang dengan cepat, melainkan yang bertahan… dan tumbuh… seiring waktu. Dan inilah kisah kami. Yang dimulai dari diam, dipertemukan kembali oleh takdir, dan disempurnakan oleh waktu.
Wishes
It is an honor and pleasure for us,
if you can attend and give us your blessing.
Your prayers & blessings at our wedding is enough as a gift, but if you want to give more, we are happy to receive it and it will complement our happiness even more
RSVP
Kirim Pesan Konfirmasi dan Reservasi Kehadiran.
Thank You
Rivana & Iqfa
The Big Family of Our Wedding Couple.